Awal Kerelaan
Selamat pagi, dari Kota Sejuta Bunga.
Aku selalu berdoa agar kau baik-baik saja, berdoa agar kau senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Aku selalu berdoa agar kau tidak melupakan aku, tidak melupakan kita.
Aku selalu berdoa agar kau baik-baik saja, berdoa agar kau senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Aku selalu berdoa agar kau tidak melupakan aku, tidak melupakan kita.
Sejak awal akulah yang melibatkan diri, mengubah diriku sendiri menjadi senyawa yang tiap detik kau hirup, menjadikan diriku sendiri sebagai udara yang seharusnya tak pernah kau hirup.
Seharusnya aku tetap mencintaimu diam-diam, tidak mencari jalan menuju kita. Kini masa sekolah menengah kita bukan kenangan yang baik-baik saja. Tak apa. Itu yang harus kuingat agar aku kuat; bukti kalau cintamu pernah merengkuhku. Bukti kalau hatimu pernah retak mencintaiku.
Hari ini aku mengerti, sayang. Aku begitu sulit mengabaikanmu karena memang kita pernah satu. Karena kamu sempat milikku. Tapi kau tahu? Hari ini bukan waktunya aku bermain-main, sayang. Sentuhmu memang jadi canduku. Tatapmu memang memabukkanku. Biar hangatmu jadi masa lalu.
Tuhan tahu mana yang terbaik. Mengusikmu tak berguna. Lebih baik aku diam, tidak berusaha mencari tahu. Memang hatiku masih untukmu, tapi tak apa, sayang. Kalau cinta ini tak berkurang dan sayangku tak mereda, maka akan kucintai kau dari awal. Seperti kita tidak pernah punya kenangan.
Kau masih ingin menikmati percintaan tanpa ikatan. Kita lihat siapa juara.
Selamat pagi dari Kota Sejuta Bunga. Aku mencintaimu.